Wahai…. pintu sejarah
Kami tahu engkau adalah panggung waktu
Tempat dimana kami berdiri disana
Untuk sebuah peran peradaban
Wahai…. pintu sejarah
Kenapa dirimu terlalu pelit untuk menerima kami
Karena tidak semua orang bermain dipanggungmu
Bisa membuatmu “tersenyum” suka
Wahai…. pintu sejarah
Berapa “tangan” yang kau butuhkan
Untuk mengetuk pintumu
Berapa tenaga yang kau butuhkan
Agar engkau bisa mendengar ketukan
tangan-tangan peradaban kami
Wahai….pintu sejarah
Kami tahu ruanganmu terlalu sempit
Untuk menampung semua “orang” didalamnya
Pita rekamanmu terlalu pendek
Untuk menyanyikan semua lagu peradaban
Wahai….pintu sejarah
Kami juga tahu bahwa…..
Memorimu terlalu kecil untuk menyimpan semua nama orang
Yang pernah pentas diatas panggung waktumu
Karena memang itu adalah tanggung jawab moralmu
Kepada “sang sutradara” waktu.
Wahai…. pintu sejarah
Kini kami berdiri tepat didepan pintumu
Yang terlalu pelit kau buka untuk semua orang.
Ingin kuberitahu kepadamu!!!
Kini kau sedang berhadapan dengan
Orang-orang yang kau butuhkan.
Engkau yang membuatkan panggung
Maka kamilah pemain terbaikmu,
Kami lahir dari “rahim” peradaban
Yang kau butuhkan untuk mengisi ruang waktumu
Kami adalah “pemain-pemain” yang bisa
Kau handalkan, agar engkau bisa
Menceritakan kepada manusia-manusia
Setelah kami.
Karena dari atas panggungmu,,,engkau membutuhkan “tepukan” para penonton
Karena memang engkau menginginkan “selalu” agar panggungmu menjadi buah bibir sejarah
Karena memang engkau menginginkan agar panggungmu selalu dikunjungi orang sepanjang masa
Wahai…pintu sejarah
Karena itu kamilah orang yang kau butuhkan sekarang!!!
Balikpapan, gang Depag
Gelisah,”malam tanggal 8 April”,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar