Siang itu langit kota Madinah
Sangat cerah, birunya langit turut
Menjadi saksi pelantikan
Khalifah baru, Umar bin Abdul aziz.
Seorang nama yang terlukis indah
Dalam dinding sejarah manusia-manusia besar
Yang pernah hadir dipunggung bumi ini..
Setelah pengambilan sumpahnya,
Tubuh gagah itu segera beranjak
ayunan langkah kakinya segera
melangkah keluar menuju halaman masjid
“,,,dimana kendaraanku..?”
Pegawai kenegeraan keheranan, dan mengatakan :
“wahai…khalifah,, Ini adalah kendaraanmu..”
“bukan,,,bukan,,,bukan yang itu kendaraanku”
Sambil menatap didepannya ada seekor kuda hitam
Yang sangat terawat baik, mulus, kokoh, tegap, dan nyawan
Seekor kuda kelas satu terbaik dizamannya yang
Telah disediakan oleh negara
Dari sudut masjid, tampak seorang suruhan sang khalifah
Datang tergopoh-gopoh, seutas tali kekang dipegangnya
Sambil menuntun seekor himar atau keledai jantan
Berwarna hitam.
“Nah,,,ini adalah kendaraanku”
Sambil berguman dengan perkataan yang lembut
Dihadapan mereka yang hadir,
Lisan jujurnya mengatakan,
“tempatku dihati ummat bukan diukur dari sini…
(sambil menunjuk seekor kuda menawan tersebut)
Namun ditentukan sejauh mana aku mampu melayani mereka”
Sambil mengutip sabda Rasulullah SAW :
“Sayyidul qaum khadimuhum”
pemimpin sebuah kaum adalah pelayan bagi mereka”
Balikpapan, gang Depag
Gelisah,”ada apa dengan jabatanmu,,wahai saudaraku???”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar