Diantara dua kemenangan
Catatan yang tersisa dari perang Badar
drg.Syukri Wahid, (ketua DPD PKS Balikpapan)
Ada pesona kegembiraan yang begitu mendalam yang tidak mampu disembunyikan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat dalam perjalanan pulang menuju Madinah setelah 18 hari lamanya meninggalkan kota tersebut. Mereka memang memiliki alasan untuk bergembira pada saat itu, yang pertama adalah karena mereka baru saja memenangkan pertempuran yang sangat dramatis melawan musyrikin Quraisy dalam perang badar kubra, yang kedua karena itu kali pertama mereka mendapatkan ganimah (harta rampasan perang) & tawanan dalam jumlah yang banyak, yang ketiga karena mereka pulang kembali ke madinah dan disaat itu telah memasuki 10 terakhir bulan puasa tahun 2 H.
Kepergian 314 kaum muslimin sejak tanggal 8 ramadhan 2 H pada saat itu untuk sebuah tujuan yaitu menghadangi kafilah dagang Abu sufyan yang baru saja pulang dari Syam atau Damaskus menuju kota makkah. Kaum Muslimin berangkat tanpa memiliki niat untuk berperang, hal ini dibuktikan dengan jumlah pasukan yang sedikit, hanya diiringi 2 ekor kuda, pedang dan panah secukupnya, sebuah kekuatan yang hanya cukup untuk ”menakut-nakuti” rombongan dagangnya Abu sufyan .
Tapi Allah SWT punya keinginan lain, bahwa niat kaum Muslimin untuk bertemu dengan kafilah dagang Abu sufyan ” yang sangat menggoda untuk direbut” tidak kesampaian, tapi justru mereka dipertemukan dengan pasukan besar Quraisy sejumlah 1000 pasukan yang dipimpin oleh Abu jahal dengan dukungan logistik dan persenjataan yang lengkap.Pertempuran yang dahsyat itupun terjadi dan diluar dugaan kaum muslimin berhasil mangatasi pasukan musuh dan memukul mundur mereka dari medan badar, dan kaum musliminpun mendapatkan kemenangan gemilang.
Kemenangan tersebut dibayar mahal oleh para sahabat dengan harga kesabaran mereka yang tinggi dalam jihad tersebut, sehingga Allah SWT tergoda untuk menolong kaum muslimin dalam perang tersebut dengan bantuan malaikat yang turun dari langit dalam jumlah 5000 personil malaikat. Kesabaran adalah kata kunci yang menyebabkan kemenangan kaum muslimin, sabar adalah cara paling baik untuk merayu Allah agar pertolongan-Nya diturunkan kepada kaum muslimin, dan puasa dibulan Ramadhan adalah alat yang paling efektif melahirkan sifat sabar tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,”as shiyaam nisfus shabr”, puasa itu adalah setengah dari kesabaran.
Namun ditengah kemenangan yang baru saja didapat, kaum muslimin bertambah bahagia lagi karena masih dapat ”pesona ramadhan” dipenghujungnya, maklumlah karena sejak awal ramadhan para sahabat harus melewati puasa dengan penuh ketegangan menghadapi musuh, sehingga seluruh waktu mereka tersedot untuk bersiap siaga dimedan tempur. Betapa gembiranya mereka karena dapat merasakan penghujung ramadhan yang tersisa dengan damai melalaui i’tikaf di masjid bersama Rasulullah SAW sepulang dari perang badar, mereka begitu menikmatinya seakan-akan mereka baru ”memulai” awal ramadhan.
Inilah yang kita sebut dengan kemenangan berlapis-lapis, bahwa malam-malam yang penuh berkah itu mampu menyempurnakan kemenangan mereka, kemenangan dimedan badar adalah kemenangan di alam fisik, namun memaksimalkan hari-hari diujung ramadhan adalah untuk mengejar kemenangan dialam jiwa, disanalah medan pertarungan itu sejatinya, jauh lebih luas medan pertarungan dialam fisik, karena ini masalah melawan ”gejolak-gejolah syahwat” didalam jiwa, bahwa memenangkan rasa berani atas rasa takut, menangnya rasa bisa dari ketidakberdayaan, menangnya rasa optimisme dari rasa pesimisme dan seterusnya.
Karna itu adalah puasa dan juga i’tikaf perdana, ketika memasuki fajar 1 Syawal 2H itu adalah lebaran perdana mereka. Betapa sempurnanya kemenangan itu. Mereka memakai jiwa-jiwa baru yang akan menulis tinta emas sejarah manusia-manusia unggul diatas bumi ini. Ketika mereka berangkat menuju lokasi sholat idul fitri, Nabi meminta sahabat untuk sholat di tanah lapang, bahkan Nabi menyuruh untuk jalan pergi dan pulang dari lokasi sholat ied dengan jalur yan berbeda, untuk apa pembaca sekalian,,, yah agar orang semua melihat sedang ada ”karnaval jiwa-jiwa baru”.
Selamat meraih kemenangan sejati, kemenangan didalam jiwa kita, jiwa fitri nan bersih.
Catatan yang tersisa dari perang Badar
drg.Syukri Wahid, (ketua DPD PKS Balikpapan)
Ada pesona kegembiraan yang begitu mendalam yang tidak mampu disembunyikan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat dalam perjalanan pulang menuju Madinah setelah 18 hari lamanya meninggalkan kota tersebut. Mereka memang memiliki alasan untuk bergembira pada saat itu, yang pertama adalah karena mereka baru saja memenangkan pertempuran yang sangat dramatis melawan musyrikin Quraisy dalam perang badar kubra, yang kedua karena itu kali pertama mereka mendapatkan ganimah (harta rampasan perang) & tawanan dalam jumlah yang banyak, yang ketiga karena mereka pulang kembali ke madinah dan disaat itu telah memasuki 10 terakhir bulan puasa tahun 2 H.
Kepergian 314 kaum muslimin sejak tanggal 8 ramadhan 2 H pada saat itu untuk sebuah tujuan yaitu menghadangi kafilah dagang Abu sufyan yang baru saja pulang dari Syam atau Damaskus menuju kota makkah. Kaum Muslimin berangkat tanpa memiliki niat untuk berperang, hal ini dibuktikan dengan jumlah pasukan yang sedikit, hanya diiringi 2 ekor kuda, pedang dan panah secukupnya, sebuah kekuatan yang hanya cukup untuk ”menakut-nakuti” rombongan dagangnya Abu sufyan .
Tapi Allah SWT punya keinginan lain, bahwa niat kaum Muslimin untuk bertemu dengan kafilah dagang Abu sufyan ” yang sangat menggoda untuk direbut” tidak kesampaian, tapi justru mereka dipertemukan dengan pasukan besar Quraisy sejumlah 1000 pasukan yang dipimpin oleh Abu jahal dengan dukungan logistik dan persenjataan yang lengkap.Pertempuran yang dahsyat itupun terjadi dan diluar dugaan kaum muslimin berhasil mangatasi pasukan musuh dan memukul mundur mereka dari medan badar, dan kaum musliminpun mendapatkan kemenangan gemilang.
Kemenangan tersebut dibayar mahal oleh para sahabat dengan harga kesabaran mereka yang tinggi dalam jihad tersebut, sehingga Allah SWT tergoda untuk menolong kaum muslimin dalam perang tersebut dengan bantuan malaikat yang turun dari langit dalam jumlah 5000 personil malaikat. Kesabaran adalah kata kunci yang menyebabkan kemenangan kaum muslimin, sabar adalah cara paling baik untuk merayu Allah agar pertolongan-Nya diturunkan kepada kaum muslimin, dan puasa dibulan Ramadhan adalah alat yang paling efektif melahirkan sifat sabar tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,”as shiyaam nisfus shabr”, puasa itu adalah setengah dari kesabaran.
Namun ditengah kemenangan yang baru saja didapat, kaum muslimin bertambah bahagia lagi karena masih dapat ”pesona ramadhan” dipenghujungnya, maklumlah karena sejak awal ramadhan para sahabat harus melewati puasa dengan penuh ketegangan menghadapi musuh, sehingga seluruh waktu mereka tersedot untuk bersiap siaga dimedan tempur. Betapa gembiranya mereka karena dapat merasakan penghujung ramadhan yang tersisa dengan damai melalaui i’tikaf di masjid bersama Rasulullah SAW sepulang dari perang badar, mereka begitu menikmatinya seakan-akan mereka baru ”memulai” awal ramadhan.
Inilah yang kita sebut dengan kemenangan berlapis-lapis, bahwa malam-malam yang penuh berkah itu mampu menyempurnakan kemenangan mereka, kemenangan dimedan badar adalah kemenangan di alam fisik, namun memaksimalkan hari-hari diujung ramadhan adalah untuk mengejar kemenangan dialam jiwa, disanalah medan pertarungan itu sejatinya, jauh lebih luas medan pertarungan dialam fisik, karena ini masalah melawan ”gejolak-gejolah syahwat” didalam jiwa, bahwa memenangkan rasa berani atas rasa takut, menangnya rasa bisa dari ketidakberdayaan, menangnya rasa optimisme dari rasa pesimisme dan seterusnya.
Karna itu adalah puasa dan juga i’tikaf perdana, ketika memasuki fajar 1 Syawal 2H itu adalah lebaran perdana mereka. Betapa sempurnanya kemenangan itu. Mereka memakai jiwa-jiwa baru yang akan menulis tinta emas sejarah manusia-manusia unggul diatas bumi ini. Ketika mereka berangkat menuju lokasi sholat idul fitri, Nabi meminta sahabat untuk sholat di tanah lapang, bahkan Nabi menyuruh untuk jalan pergi dan pulang dari lokasi sholat ied dengan jalur yan berbeda, untuk apa pembaca sekalian,,, yah agar orang semua melihat sedang ada ”karnaval jiwa-jiwa baru”.
Selamat meraih kemenangan sejati, kemenangan didalam jiwa kita, jiwa fitri nan bersih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar