napak tilas

napak tilas
by Syukri Wahid

Rabu, 05 April 2017

Berdamai dengan hati (1).

Sekitar 80an orang-orang
sudah berkumpul dan tengah
memadati masjid Nabawi di Madinah
tahun 9 Hijriah saat itu,,,
mereka sedang menunggu
kedatangan Rasulullah SAW dan
para sahabat dari episode
perang Tabuk.

Menunggu bukan karena sedang
ingin menghibur kedatangan pasukan,
namun,,,untuk sesuatu alasan.
Yaitu untuk menjelaskan apa
alasan yang menyebabkan
mereka tidak turut serta dalam
perang tersebut.

Ada tiga orang yang "gelisah" dari
kerumunan manusia tersebut,,wajah
mereka tampak lain dari yang lain,
wajah mereka tidak bisa menyembunyikan
apa yang sedang terjadi didalam hatinya.

Ka'ab bin Malik,Murarah bin Rabi' & Hilal bin Umayyah
3 lelaki yang tidak pernah absen dalam
semua pertempuran bersama Nabi,,
bahkan Ka'ab mengatakan,"dari semua perang,
tidak ada persiapan yang paling layak aku siapi,
kecuali diperang Tabuk, aku membeli 2 ekor kuda",
namun kenyataannya beliau tertinggal.

"Apa alasanmu,wahai Ka'ab..kenapa
engkau tidak menyertai kami ??,
pertanyaan Nabi memecah keheningan dalam jiwa Ka'ab.
Apa yang terjadi saat itu adalah "pertarungan batin"
dalam hati seorang Ka'ab,,setidaknya itu bisa
kita lihat dari jawaban beliau.

Ya Rasulallah,,sekiranya dihadapanku sekarang
ini adalah salah penduduk bumi selain dirimu,,maka
aku bisa berdusta kepadanya. Engkau telah
mengetahui diriku adalah orang yang paling bisa
merangkai kata untuk meyakinkan siapapun.
Namun itu itu semua tidak mungkin kulakukan,,
jika aku berdusta kepadamu dan engkau pasti yakin
dengan alasaku,,maka aku kuatir suara dari langit
datang membisikanmu akan kedustaan yang aku
lakukan,,maka pasti engkau murka kepadaku.
Dan jika aku berkata jujur dan benar atas alasan
kenapa aku tidak ikut,,maka engkaupun pasti
akan marah kepadaku.Demi Allah aku rela
atas apa yang kau berikan kepadaku".

"Pergilah...Ka'ab,biarkan nanti Allah yang akan
memutuskan masalahmu",,,,.itulah ucapan Nabi
kepada Ka'ab.
Diluar sana Ka'ab melihat barisan
mereka yang antri,,mulai menetes
air mata beliau,,khususnya ketika
dia mengatakan,,,hari itu sulit bagiku
karena semua yang kulihat bersama diriku
untuk menyampaikan alasan kepada Rasul
adalah mereka dari kalangan Orang tua
dan orang-orang yang sudah kami kenal dengan kemunafikannya.

Namun dilubuk hatinya yang dalam
ada "kemerdekaan jiwa" setelah
beliau mampu berdamai dengan hatinya
sendiri,,,

Setidaknya ada kelapangan yang
beliau dapatkan disituasi kesempitan jiwanya saat
itu,, bahwa tidak ikut perang adalah sebuah
kelalaian besar baginya,,namun atas kejujuran
memberikan alasan kepada Nabi adalah
prestasi jiwa yang layak diacungi jempol.
Bahwa kejujuran menyampaikan apa adanya
lebih baik dari mereka yang datang dengan
proposal jiwa berupa "seni mencari alasan".
karena mereka adalah orang handal
dalam urusan yang satu ini,bagi mereka
yang kecil bisa menjadi besar
yang biasa bisa jadi fantastis
yang tidak punya uzur bisa seolah-olah
jadi memiliki alasan untuk tidak terlibat
dalam proyek kebajikan.
(bersambung)


Balikpapan

Tidak ada komentar: