HANTAMKAN KAKIMU !.
Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (Al-Anbiya’: 83).
Dikatakan kepadanya, “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” (Shad: 42).
Jika pertolongan Allah itu harus kita ukur dengan logika akal, maka sudah tentu Nabi Ayyub as bisa saja "protes" setelah beliau 18 tahun sakit dengan sekujur tubuh rusak dan lumpuh.
Kenapa justru perintahnya "hentakan kaki", padahal beliau sakit ?, bukankah ini seperti tidak sesuai dgn kondisi beliau?.
Aduhai akal yang terbatas ini, sebab Allah bisa saja langsung sembuhkan beliau jika mau, tapi Allah ingin melihat respon hamba tehadap perintah dan juga memberikan alasan takdir juga membutuhkan sebuah sebab.
GOYANGKAN POHON ITU !.
Rasa sakit (karena akan melahirkan) memaksa Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma. Maryam berkata, ‘Aduhai, sekiranya aku mati saja sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan’.” (Maryam: 23)
”Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”. (QS 19/Maryam : 25),
Apa yang bisa menjelaskan bahwa di tengah menahan rasa sakit jelang melahirkan ditengah kesunyian, beliau merintih sakit tuk mengadu kepada Rabbnya atas kelemahan yang dirasa.
Namun perintah Allah swt justru kepadanya adalah " goyangkan " pohon disampingmu. Jika akal yang kita pakai, sudah barang tentu kita akan bilang sepertinya Allah tidak melihat kondisi beliau yang sudah sakit, kenapa justru perintah keluarkan tenaga, apa mungkin sekedar goyang pohon yang kokoh itu akan jatuh buah-buahnya.
Ya Allah hanya butuh sebab pada kita, supaya usaha dan berbaik sangka kepada Allah akan bertemu takdirnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar