Apakah yang dirasakan oleh para
generasi da’wah pertama “sabiquunal awwaluun”
ketika gerakan da’wah mereka sudah
memasuki tahun keduapuluh saat itu…
Saat da’wah mereka sudah “menguasai” negara
Saat dimana jumlah kaum muslimin sudah 120 ribuan
Saat orang “berbondong-bondong” masuk kedalam barisan da’wah
Ada yang karena sadar atas dorongan ilmu,
Ada yang karena “kagum” dengan jumlah kaum muslimin
Ada yang ingin “mendapatkan” cipratan ganimah harta
atau mereka yang terpaksa karena tidak punya pilihan lain
Kader awal terbaik Rasulullah SAW
Kini menjadi “minoritas” diantara kaum muslimin
Kini mereka “segelintir” dari yang banyak itu
Dimanakah……kira-kira??
83 sahabat Muhajirin
314 sahabat ahlu Badar
700 sahabat ahlu Uhud,,,, diantara ratusan ribu itu..?
Kini “siapa yang mempengaruhi siapa”!!
Apa yang ada dibenak kita ,,,,sekarang
Dimanakah kita berada sekarang?
Sekarang wajah siapa yang banyak kita lihat
Apa wajah “mereka yang bersama kita dari dahulu”
Atau wajah baru, yang barusan saja menaiki kereta Da’wah ini,,,”
Apakah kita hanya “menginginkan kamar”
Sedang mereka melihat kita membangun “istana yang besar”
Apakah kita hanya “membuat teras kecil”
Sedang mereka melihat kita sedang membangun “ taman besar”
Apakah kita hanya “menaiki kendaraan kecil”
Sedang mereka melihat kita “menaiki kereta api nan panjang”
Yang bisa mereka tumpangi setiap saat.
Kita adalah “taman kehidupan”
Tempat disana aneka bunga tumbuh menghiasinya
Kita adalah “penjaga taman” itu
Simpanlah bunga-bunga itu pada tempatnya agar dia kelihatan indah,,,,
Ada yang bisa disimpan ditaman, karena disitu tempatnya
Kita adalah “pemilik rumah”
Karena memang bunga-bunga itu tumbuh diteras da’wah kita
Jika engkau pandai mengaturnya,
Semua orang yang melewati “rumahmu” akan kagum kepadamu,
Namun, jika “taman kita” tidak elok dipandang
Mereka tidak pernah menyalahkan bunga-bunga itu.
Namun kita pemiliknyalah yang disalahkan
Mungkin ada yang salah “kita menempatkan” dan menatanya
Mungkin “telinga” kita menjadi asing
Mulai mendengar “ocehan” penumpang-penumpang baru
Yang berkendaraan bersama kita, ada suara-suara bising
Jika ada tikungan tajam, merekalah yang paling
Keras berteriak, namun “segelintir” orang itu
Hanya memastikan agar semuanya sampai tujuan dengan selamat
dengan mobil da’wah yang sudah kita rawat sejak dulu.
Itulah yang dirasakan dalam pasukan Hunain
12 ribu pasukan sedang parade kekuatan
Menuju bani hawazin,,,,
Pasukan sudah mulai ada yang bercengkerama
Wah,,,kalau jumlah ini pasti kita menang
Ditengah perjalanan, seluruh pasukan beristirahat
Diantantara mereka “ tiba-tiba” meminta dibuatkan
Sebuah pohon yang bisa digantungkan senjata-senjata mereka dibawahnya
Itu adalah tradisi bangsa jahiliyah, agar bisa menang.
Nabi berkata kepada mereka,
“kalian tidak ada ubahnya seperti pengikutnya Nabi Musa as
Yang minta dibuatkan patung agar bisa disembah”.
Dan ketika perang terjadi
Semuanya lari,, kecuali para sabiquunal awwalun
Merekalah urat nadi da’wah ini
Merekalah denyut jantung yang memompa darah perubahan mengalir kesekujur tubuh
Merekalah inti roda yang memutar semua lingkaran terluarnya
Balikpapan, lapangan merdeka
Kegelisahan sekitar kampanye
Tidak ada komentar:
Posting Komentar