Tiba-tiba saja Rasulullah SAW
Berteriak dari atas kudanya
Teriakan yang sangat keras,
Sampai-sampai terdengar ke ujung pasukan yang
Sudah mundur & melarikan diri dari kancah peperangan.
Situasi menjadi kacau, diluar dugaan
Pasukan panah bani Hawazin berhasil
Menyergap kaum muslimin disela-sela bukit
dan menghujani mereka dengan panah
jelang terbitnya fajar.
Karuan saja,12 ribu pasukan kocar-kacir
Masing-masing lari mencari rasa aman sendiri
Wajah-wajah yang tadinya berangkat dengan penuh
Rasa percaya diri akan jumlah mereka yang banyak
Tiba-tiba saja hilang dari peredaran orbit pasukan
Kini wajah mereka semua memerah.
Memerah bukan karena “sedang seru” berperang mengayunkan pedangnya
Namun “memerah” karena sedang mengayuhkan kakinya
sekuat-kuat berlari meninggalkan medan tempur
Kini mereka sedang mempertontonkan kadar iman mereka
Seberapa “baik, benar, jujur dan iklhas kah” mereka dengan imannya.
“Aku adalah Muhammad bin Abdullah”
“Aku adalah Rasul Allah SWT”
“Aku tidak pernah berdusta, wahai kaum muslimin !!!
“Kemana kalian yang telah bersumpah setia (baiat)
kepadaku dibawah sebuah pohon kala itu…?
Kali ini teriakan beliau bukan hanya keras dalam arti kuatnya kekuatan
Suara yang keluar dari pita suara beliau, namun…
keras kepada siapa suara itu ditujukan.
Bagi orang yang baru masuk Islam dalam pasukan itu
Nabi berharap dengan menyebutkan nama nasabnya
Mereka akan kembali kekancah peperangankembali
Serta bagi para “senior” mereka, Nabi perlu menyentil
Mereka dengan sebutan “Rasulullah”.
Itulah yang kita sebut dengan
“panggilan Biologis” & “panggilan ideologis”
“panggilan nasab & panggilan risalah”
Kemanakah gerangan kalian yang telah
Bersumpah setia menyebutkan nama Allah SWT & Rasul-Nya
Bersumpah akan membela da’wah baik dalam
Keadaan apapun, Mudah maupun sulit, ringan maupun berat.
Kemanakah orang yang sudah betransaksi bisnis dengan Allah ?
Pembeli mana yang tidak akan kecewa, jika“barang” yang dibelinya
Ternyata manis di luar, namun pahit di dalamnya
Bagus bungkusnya, namun kosong isinya
Kemanakah,,,,energimu
Kemanakah,,,,langkahmu
Dimanakah….dirimu…..
Jihad mencarimu…..
Syahid menunggumu….
Mereka menunggumu di pintu jihad, namun
Kenapa nyaris tidak Kumencium aroma dirimu
Balikpapan, gang depag
Kegelisahan,”kenapa tidak semua kita bekerja”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar