napak tilas

napak tilas
by Syukri Wahid

Selasa, 11 Mei 2010

Tunggui kami suatu saat nanti...!

Badan gagah itu berjalan kokoh
Memasuki perkampungan sukunya bani ‘Ady
Pandangan sinis tertuju matanya,
Padahal tadinya mereka melepas
Dengan senyuman harapan kepadanya.

Namun tetap saja,,,
Langkahnya pasti
Tatapannya tetap tajam
Semburat gelora jiwanya
Terpancar dari raut wajahnya
Ada kegembiraan yang
Tak mampu ia sembunyikan.

Umar bin Khattab baru saja
Menyatakan keislamannya,
Padahal tadi pagi ia berangkat dengan
Sebilah pedang yang tajam untuk
Mencari satu nama untuk menangkapnya
Hidup-hidup, yaitu Muhammad bin Abdullah SAW.

“Wahai Umar,,!!sihir apa gerangan yang mengenaimu”
“Wahai Umar,, Kenapa engkau permalukan keturunan kami”.
Kritikan tajam datang kepadanya,
Namun tetap dia adalah seorang Umar bin khattab
Seorang jawara Quraisy yang tak tertandingi.
Namanya selalu menjadi langganan di gantung di dinding ka’bah
Untuk menghargai para pemenang adu kuda dan perang
Yang diadakan setiap musim pasar tahunan.

“ Sebelum aku berangkat, Muhammad adalah orang yang paling aku benci
Namun kini setelah aku datang kepada kalian,
Tidak ada orang yang paling akun cintai diatas bumi ini
Kecuali Muhammad SAW “.
Demikian jawaban sederhana beliau
Namun cukup bertenaga untuk mengatakan
Kepada mereka semuanya.

Hari esoknya adalah hari yang pahit bagi beliau
Spontan semua laki-laki dari kampong Bani ‘Ady
Memukul dan mengeroyok beliau, mulai pagi hingga siang
Dan dari siang sampai sore giliran Umar yang memukul mereka.
Walhasil jasilnya seri…., namun diatas napas lelah
Umar bin Khattab mengatakan kepada mereka,
“Tunggu kalian, kalian jumlah kami sudah mencapai 300 orang”.
Ini bukan mengancam
Ini bukan terror,
Namun ini adalah kekuatan jiwa yang berselimut tekad yang tinggi.
Yah itulah Umar,,,selalu keindahan yang kita temukan
Dalam pesona dirinya.

Tidak ada komentar: