napak tilas

napak tilas
by Syukri Wahid

Selasa, 11 Mei 2010

Saldo kebaikan kita

Begitulah memang yang akan menimpa
Para pejuang kebenaran dan kebaikan
Bahwa kebaikan yang selama ini mereka
Lakukan tidak serta merta menjadi saldo
Dalam tabungan hati manusia.

Hari itu…
Dua belas algojo para perwakilan suku
Dari kabilah Quraisy sudah siap dengan
Pedang tajam yang terhunus.
Mereka sedang menggarap sebuah proyek sadis
Yaitu ingin membunuh seorang pribadi yang bersih
Jujur dan baik di Kotta Makkah

Mereka sadar bahwa , mereka tidak bisa menghadirkan satu alasanpun
Untuk membunuh Nabi Muhammad SAW
Dalam peristiwa episode Hijrah yang kita kenal.
Namun demikianlah rekayasa..
Bukan karena ada atau tidak ada alasan untuk membunuh beliau …
Karena tidaklah penting bagi mereka
apa alasan membunuh Muhammad bin Abdullah SAW
Jika ditanyakan oleh masyarakat Makkah nanti….

“ Biarkan darah Muhammad dan bani Hasyim
Tercecer disemua pedang-pedang kita,,,
Agar ahli warisnya tidak berani menuntu kita…”
Itulah jawaban yang paling ilmiah
Yang dikemukakan oleh Abu Jahal untuk meyakinkan para petinggi
Kabilah di parlemen darun nadwah saat itu.

Lelaki suci itu ditolong oleh Rabb-Nya
Dalam proses Hijrah dari Makkah ke Madinah
Sedih dan pilu,,bercampur jadi Satu dalam jiwa beliau
bahwa penduduk kota suci
Makkah telah memaksa beliau keluar dari
Kota yang sangat di cintainya

Lupakah mereka dengan kebaikan Rasulullah SAW?
Dimana akal sehat mereka semuanya,,,,!!
Lupakah mereka peristiwa 18 tahun yang silam
Bahwa nyaris terjadi “pertumpahan darah” besar di kota Makkah
Yang melibatkan semua suku kala itu
Tentang sengketa peletakan hajar aswad ketika
Mereka melakukan renovasi ka’bah.

Semua suku merasa paling berhak
Dua belas suku itu sudah mengasah pedangya
Bersiap untuk berperang demi Hajar aswad tersebut.
Siapakah pribadi yang menyelamtkan mereka saat itu..?
Siapakah pribadi yang berhasil menyarungkan pedang-pedang mereka..?
Siapakah lelaki yang berhasil mendamaikan mereka semua..?
Siapakah pribadi yang menyelamatkan nyawa-nyawa mereka..?
Yang nyaris melayang demi kesombongan Jahiliyah.

Yah…Rasulullah SAW
Beliaulah yang mereka ingin bunuh
Dengan pedang-pedang mereka sendiri.
Dahulu dimana Rasulullah menyelamatkan dua belas suku tersebut,
Namun kini mereka kehilangan akal sehat, justru
Dua belas suku tersebut datang untuk membunuh beliau.


Balikpapan, gedung rakyat


Gelisah,” menabung kebaikan di rekening ummat,,,ada saat kau memetiknya ??kita lihat nanti

Tidak ada komentar: