Malam itu, tiba-tiba saja
rasa mengantuk datang
Menyelimuti semua pasukan perang Badar
Tidak ada yang luput dari “serangan ngantuk”
Hebat tersebut.
Padahal besok mereka semua akan berperang
Melawan pasukan musyrikin Quraisy.
Wajah-wajah lelah mereka berubah
Menjadi wajah-wajah syahdu, mereka tenang
Dalam tidurnya. Mereka sedang
Menikmati pertolongan Allah SWT yang bernama
“mengantuk”
Diam-diam, Rasulullah SAW keluar dari kemahnya
Ditengah keheningan malam yang sejuk
Beliau melewati dan menatap satu-persatu sahabatnya yang
Sedang damai dalam tidurnya.
Beliau menatap sayang dan cinta
Semua sahabatnya yang sudah lelah
Berjalan kaki pada bulan Ramadhan
Dimana itu adalah puasa perdana mereka lakukan.
Ayunan langkah kaki beliau
Berakhir disebuah gundukan pasir yang agak tinggi
Dibawah sebuah pohon yang rindang
Tempat itu menjadi saksi
Sujud-sujud panjang
Dan lantunan doa’ dari seorang
Pemimpin mulia, Rasulullah SAW
“Ya Allah,,,,aku menagih janji-Mu kepadaku”
“Ya Allah,,,,berikanlah kepada kami kepastian Janji-Mu”
“Besok kami semua akan berperang melawan musuh-musuh-Mu
“Jika kami semua besok mati, maka jangan pernah Engkau
“Berharap diri-Mu akan disembah lagi diatas bumi ini!!”
Dalam tangisan cinta & munajat syahdu
Kali itu tangan beliau menengadah dengan
Tinggi…setinggi-tingginya
Sampai-sampai, selempang beliau terjatuh ke tanah
Abu bakar ra menghampirinya, seraya berkata
“cukup,,,cukup,,,cukuplah wahai Rasulullah
“Rabb-Mu pasti mendengarkan”
Sambil beliau menangis juga dan mengembalikan
Selendang Rasulullah ke pundaknya
Wahai…jiwa-jiwa badar
Wahai…jiwa-jiwa kader sejati
Wahai…jiwa-jiwa pemburu surga
Mari kita berkumul di lapangan jihad ini
Saksiksan kami duhai Allah
Tidak ada yang kami cari kecuali Ridho-Mu
Kami butuh kemenangan atas perjuangan ini, Ya Allah
Bukan karena kemenangan itu semata,
Namun kemenangan itu adalah pengakuan-Mu
Atas benarnya iman dan ‘amal kami Ya Allah.
Balikpapan, gang Depag
Gelisah,’’malam-malam yang tenang”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar