Beginilah para mujahid bermimpi…
Jika ada orang yang sangat berambisi meraih cita-citanya, itulah para mujahid.
Cita-cita mereka besar. Yah,,,sebesar jiwa-jiwa mereka.
Mereka bekerja untuk mimpi-mimpi besarnya. Mimpi yang lahir dari rahim iman.
Mereka adalah “para pemimpi”,
Namun mereka bisa menjembatani mimpinya menjadi kenyataan.
Azam yang kuat adalah “Jembatan mimpi” yang mereka bangun
untuk mengubah mempinya menjadi kenyataan, merubah sesuatu yang mereka pikirkan
menjadi sesuatu yang mereka rasakan.
semua ‘amal mereka seberat apapun, mampu berjalan diatas “jembatan mimpi” ,
karena pondasinya terbuat dari campuran pemahaman & keikhlasan.
Cita-cita mereka telah menguras semua yang ada dalam dirinya,,,
Bagi mereka, tidak ada keringat yang menetes dari tubuhnya, walaupun hanya setetes
Kecuali itu dalam rangka meraih mimpinya.
Mimpi mereka dapat dibaca oleh siapapun , itu dapat dilihat dari raut wajahnya,
Dari pikiran-pikiran yang keluar dari kepalanya dan dari perbuatan yang keluar dari badannya.
Mereka adalah orang yang tidak tidur seluas kelopak matanya, tidaklah makan seluas mulutnya
Dan tidaklah ketawa seluas bibirnya.
Kaki mereka kokoh menapaktilasi jalan cita-citanya
Waktu-waktu mereka sangat efektif & berkualitas
Pandangannya jauh kedepan, dan tidak mau disibukkan dengan
Ocehan-ocehan orang dipinggir jalan .
Mereka tidak pernah merasa puas dengan kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan.
Karena itu musuh yang utama bagi mereka adalah “merasa puas” dalam beramal.
Jika kalian bertanya kepadanya, mengapa kalian tidak pernah merasa puas !?
Maka mereka menjawab, “ karena , kami tidak tahu kebaikan kami yang manakah akan mengantarkan
Kami menuju surga”.Mereka sadar…bahwa surga terlalu luas untuk menampung kebaikan-kebaikan
mereka, yah…seluas ketidakterbatasan mereka dalam beramal saleh.
Mereka bukan tipe orang spekulatif dalam kebaikan, bagi mereka menanam saham kebaikan
Disemua proyek “amal-amal surga” diatas bumi ini. sadar bahwa kebaikan mereka belum layak untuk mengetuk pintu Syurga.
Balikpapan,jelang dhuhur
Gang Depag, “kegelisahan disaat bermimpi”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar